Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014

Oleh: Juragan Promo · 0



Keterangan Foto : Pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta dan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK berfoto bersama usai mengikuti proses pengambilan nomor urut dalam Pilpres 2014, 9 Juli mendatang

Jakarta, Hasil pengundian pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Tahun 2014 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Minggu (1/6), menetapkan, pasangan Prabowo Subianto- Hatta Rajasa sebagai pasangan Capres dan Cawapres nomor  urut 1 (satu) dan pasangan Joko Widodo-Yusuf Kalla sebagai pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 2 (dua).

Hasil tersebut secara resmi ditetapkan oleh KPU RI melalui Keputusan KPU Nomor 454/Kpts/KPU/TAHUN 2014 Tentang Penetapan Daftar Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Pada Pemilihan Umum Tahun 2014, sebagaimana dibacakan oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik, di kantor KPU Jl Imam Bonjol No. 29 Jakarta.

Dengan ditetapkannya kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tersebut, Ketua KPU secara khusus menghimbau kepada kedua pasangan capres dan cawapres dan tim sukses masing-masing pasangan untuk tidak melakukan kegiatan kampanye sebelum masa kampanye yaitu pada tanggal 4 Juni 2014 sampai dengan 5 Juli 2014 dimulai.

“Kita masih menyisakan dua hari ke depan sebelum masa kampanye dimulai. Untuk itu, kami (KPU) berharap kedua pasangan capres dan cawapres dan tim sukses masing-masing pasangan untuk tidak melakukan kegiatan kamapanye,” tegas Husni.

Ia juga mengharapkan agar masa kampanye tersebut dimanfaatkan secara baik, dan tidak melakukan kegiatan kampanye yang mendiskreditkan atau memojokkan salah satu pasangan capres dan cawapres.
“Mari kita bersama-sama menyelenggarakan tahapan pemilu yang tersisa dan kegiatan kampanye dengan penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasil, sehingga dapat memberikan pendidikan politik yang baik dan beretika kepada masyarakat Indonesia” ujarnya. (ris/red. FOTO KPU/dosen/Hupmas)

INDONESIA Bukan Milik Presiden, Tapi Untuk Kita Semua

Oleh: Juragan Promo · 0



"Negara Republik Indonesia ini bukan milik suatu Agama, bukan milik suatu Suku, bukan milik suatu golongan Adat Istiadat, tetapi milik Kita Semua dari Sabang sampai Merauke!"
Soekarno - Nationalism

Marwah Daud Ibrahim

Oleh: Juragan Promo · 0

Dr. Hj. Marwah Daud Ibrahim, MA. adalah penentang Akbar Tandjung yang cukup lantang di pagelaran Pilpres 2009-2014. Sosoknya di DPR memang tidak lepas dari kelompok dia berkumpul, Iramasuka. Sebuah kelompok yang mengklaim perwakilan dari Indonesia bagian Timur. Otomatis ia berada satu blok dengan BJ Habibie, mantan presiden yang pernah merasa dikhianati Akbar.

Perempuan ini mengawali hidupnya di pedalaman Soppeng, sebuah kecamatan di wilayah Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653 Sulawesi Selatan, sekitar 200 kilometer Utara kota Makasar. Begitu terpencilnya, maka ia terbiasa belajar dengan nyala lampu teplok. Bahkan mengangkat batu dan pasir sebelum berangkat sekolah, dan ikut ke sawah untuk bercocok tanam.

Anak kedua dari enam bersudara hasil perkawinan Muhammad Daud (almarhum), dengan Siti Rahman Indang ini dikenal rajin membaca. Maklum, ayahnya guru SD. Lahir dalam naungan rasi Scorpio, tepatnya 8 Nopember 1956.

Kecerdasannya dikenal sejak SD. Ia tak sampai kelas enam, karena begitu menginjak kelas lima ia ikut ujian akhir, dan lulus sebagai juara. Marwah muda kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Pacongkang, dan lulus 1970. Selanjutnya ia menginjakkan kakinya ke SPG Negeri Soppeng, Namun di kelas dua dia pindah ke SPG Negeri I Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653 Ujung Pandang, lulus tahun 1973.

Era inilah ia mulai menapakkan kakinya ke jenjang yang lebih jauh, entah disadari atau tidak. Di tahun 1974 untuk pertamakalinya dia berkunjung ke Jakarta dan masuk Istana Negara atas undangan Kepala Negara. Ia terpilih sebagai pelajar teladan se Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653 Sulawesi Selatan.

Ia banting setir, tidak lagi tergiur mengikuti ayahnya yang menjadi guru. Ia melanjutkan ke Fakultas Ilmu Sosial Politik Jurusan Komunikasi Universitas Hasanudin yang dirampungkannya tahun 1981. Seperti déjà vu, ia kembali terpilih sebagai mahasiswa teladan se Sulawesi dan mengantarnya ke forum nasional di Jakarta, bertemu kepala negara bersama para teladan se Indonesia. Saat itu juga dia sudah mulai terkenal sebagai seorang Aktivisis di kampusnya.

Prestasinya belum berhenti. Ia terbang ke Amerika untuk meraih master di American University, Washington DC, Amerika Serikat, jurusan Komunikasi Internasional, tahun 1982. Tentu saja dengan bea siswa. Namun, sebelumnya ia menikah dulu dengan Ibrahim Tadju, rekan sesama Lihat Daftar Aktivis
Aktivis semasa kuliah di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga anak, yakni Dian Furqani Ibrahim, Akmal Firdaus Ibrahim dan Bardan Raihan Ibrahim. Di Amerika ia pun mengisi waktunya dengan bekerja sebagai asisten peneliti Unesco, dan Bank Dunia.

Tampaknya ia memang berjodoh dengan Amerika, begitu menggondol master, ia bekerja di BPPT. Habibie, ketua BPPT saat itu, memberinya beasiswa ke Amerika lagi. Di universitas yang sama, ia mengambil Komunikasi Internasional bidang satelit. Ia akhrirnya menyandang gelar doktor di tahun 1989 sebagai lulusan terbaik yang di Amerika Serikat dikenal dengan sebutan Distinction.

Ia kembali tentu saja dengan kemantapan. Doktor di tangan dan Habibie di depan. Tak urung ia terlibat dalam beberapa organisasi seperti ICMI. Selain itu, tentu saja ia aktif di Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, partai yang membawanya ke gedung parlemen yang sejuk. Polah tingkahnya di dunia politik mulai dilirik ketika Sidang Umum MPR 1998. Waktu itu ia digunjingkan akan meraih kursi di Presiden RI Kedua (1966-1988) Kabinet Pembangunan IV. Kecakapannya tidak diragukan, ia telah melewati tiga kali masa jabatan DPR. Namun ia gagal.

Kedekatannya dengan Habibie bisa dimaklumi. Catatan hidupnya telah menggariskannya untuk seiring dengan mantan Presiden yang sekarang bermukim di Jerman ini.

Sedangkan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua Umum Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar ini tidaklah memiliki catatan yang bagus di mata Habibie. Ia dituding sebagai biang kerok kegagalan Habibie meraih kursi presiden. Saat itu, Akbar bergerilya dan justru menggandeng Poros Tengah. Maka, bisa ditebak sikap Marwah terhadap Akbar.


Bagaimana Pendapat dan Penilaian Anda pada Marwah Daud Ibrahim?
Berikan komentar dibawah tulisan ini..

Fadel Muhammad Al-Haddar

Oleh: Juragan Promo · 0

Ir. H. Fadel Muhammad Al-Haddar (lahir di Ternate, Maluku, 20 Mei 1952, umur 60 tahun) adalah politikus Indonesia. Ia pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II dari 22 Oktober 2009 hingga reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, 18 Oktober 2011. Sebelumnya ia menjabat sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo sejak 10 Desember 2001 hingga 22 Oktober 2009. Pada pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis dan tercatat di rekor MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur.

Pada 17 Januari 2007 atau sehari setelah pencanangan Gerakan Peningkatan Produksi Padi Nasional 2 Juta Ton, Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma'ruf melantiknya bersama pasangan wakil gubernur untuk periode kedua. Proses pelantikan berlangsung secara nasional dari Gedung DPRD Gorontalo melalui siaran TVRI.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 73/P/2006 yang berlaku mulai 28 Desember 2006, Mendagri mensahkannya menjadi Gubernur untuk masa kerja 2006-2011. Bersama wakil gubernur Ir. Hi Gusnar Ismail MM, ia sukses memimpin Gorontalo sejak 2001-2006.

Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia juga Ketua DPD I Golkar di Gorontalo. Setelah bercerai dengan istri pertamanya, ia menikah dengan Hasanah binti Thahir Shahab.

Fadel meraih gelar insinyur dari Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978. Saat sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah mendapatkan tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran tersebut ditolaknya. Ia pernah bergabung dengan Menwa ITB. Ia adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Selain itu, ia pernah menjadi salah seorang pemegang saham Bank Intan yang kemudian dilikuidasi. Saat ini Fadel juga adalah Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung Nasional.

Fadel pernah mengalami perkara kepailitan melawan Bank IFI, ING Barings South East Asia Limited di Singapura, serta Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Ia dinyatakan berutang Rp. 40 miliar kepada Bank IFI, sebesar US$ 4,8 juta kepada ING Barings, dan sebesar Rp 93,2 miliar kepada BPPN. Dalam putusan Pengadilan Niaga Jakarta pada 13 Maret 2001, ia dinyatakan pailit, namun secara mengejutkan dibebaskan dalam tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung pada 18 Oktober 2004.


Bagaimana Pendapat dan Penilaian Anda pada Fadel Muhammad Al-Haddar?
Berikan komentar dibawah tulisan ini..

Yuddy Chrisnandi

Oleh: Juragan Promo · 0

DR. H. Yuddy Chrisnandi (YCh) lahir di Bandung 29 Mei 1968, anak pertama dari pasangan Alm. Yees Chrisman Tisnaamidjaya dan Tintin Yuniartien, adalah Ketua BAPPILU DPP Partai HANURA, sempat mencalonkan diri menjadi Capres Independen pada pagelaran pemilu 2009-2014, manamatkan pendidikan Doktoral di Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia tahun 2004 dengan disertasi “Perspektif Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia”. Suami dari Notaris Velly Elvira, SH, MH, ini juga meraih gelar Magister Ekonomi bidang Manajemen Keuangan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1997 dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran tahun 1991.
 
Masa kanak-kanak dan remajanya dilalui di kota Cirebon, Jawa Barat. Selain sebagai pengajar tetap dengan pangkat akademik saat ini Lektor Kepala di Fakultas Ekonomi Universitas Nasional di Jakarta Ayah dari Ayesha Fatma Nandira inipun sudah aktif mengajar/memberikan ceramah di berbagai kegiatan pelatihan kepemimpinan organisasi kemahasiswaan atau pemuda, menjadi pembicara di berbagai forum seminar atau diskusi, serta kegiatan akademis lainnya, baik dalam maupun luar negeri sejak tahun 1991 hingga sekarang. Selain pengalaman ber-Organisasi yang cukup panjang dan luas YCh juga memiliki pengalaman kerja yang variatif. Berikut beberapa tambahan keterangan mengenai profil YCh.

Perjalanan Karir:
Komisaris Utama PT Time Line Visual,2011-
Komisaris PT Anugerah Bumi Cirebon, 2011-
Founder The FIRST (Future of Indonesia Research Studies), konsultan bisnis&Politik, 2010-
Anggota DPR RI Komisi I, Periode 2004-2009
Dosen Kehormatan/ Dewan penyantun STIE Satya Darma Singaraja – Bali
Dosen /Dewan Pendiri Program S2 STIE-Latifah Al Mubarokah, Suryalaya Tasik Malaya
Dosen PPS-Studi Ilmu Politik Fisip-Universitas Indonesia, 2005
Personal Consultant Strategic Public Relation- Smart Communication Network, 1999-2004
Staf Khusus Wakil Presiden-RI Bidang Politik/Keamanan, 2001-2002
Dosen FE-Jurusan Manajemen, Universitas Trisakti, 1997-2001
Penasehat Ahli Kapolri Bidang Politik dan Kepemudaan, 1999-2001
Komisaris Utama PT Prakarsa Ciptabhakti Utama, 2000-2001
Direktur Utama PT Khatulistiwa Utama Abadi, 1998-2000
Direktur Utama PT Prakarsa Ciptabhakti Utama, 1998-2000

E-mail: yuddy_chrisnandi@yahoo.com
Twitter: @yuddychrisnandi


Bagaimana Pendapat dan Penilaian Anda pada Yuddy Chrisnandi
Berikan komentar dibawah tulisan ini..

Sri Sultan Hamengkubuwana X

Oleh: Juragan Promo · 0

Bendara Raden Mas Herjuno Darpito atau Sri Sultan Hamengkubuwana X (Bahasa Jawa: Sri Sultan Hamengku Buwono X, lahir di Yogyakarta, 2 April 1946, umur 66 tahun) adalah raja Kasultanan Yogyakarta sejak tahun 1989 dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 1998.

Hamengkubuwono X lahir dengan nama BRM Herjuno Darpito. Setelah dewasa bergelar KGPH Mangkubumi dan setelah diangkat sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram. Hamengkubuwono X adalah seorang lulusan Fakultas Hukum UGM.

Penobatan Hamengkubuwono X sebagai raja dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 1989 (Selasa Wage 19 Rajab 1921) dengan gelar resmi Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sadasa.

Hamengkubuwono X aktif dalam berbagai organisasi dan pernah memegang berbagai jabatan diantaranya adalah ketua umum Kadinda DIY, ketua DPD Golkar DIY, ketua KONI DIY, Dirut PT Punokawan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, Presiden Komisaris PG Madukismo, dan pada bulan Juli 1996 diangkat sebagai Ketua Tim Ahli Gubernur DIY. Pada 2010, bersama dengan Surya Paloh, Sri Sultan Hamengkubuwono X mencetuskan pendirian Nasional Demokrat.

Setelah Paku Alam VIII wafat, dan melalui beberapa perdebatan, pada 1998 beliau ditetapkan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dengan masa jabatan 1998-2003. Dalam masa jabatan ini Hamengkubuwono X tidak didampingi Wakil Gubernur. Pada tahun 2003 beliau ditetapkan lagi, setelah terjadi beberapa pro-kontra, sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk masa jabatan 2003-2008. Kali ini beliau didampingi Wakil Gubernur yaitu Paku Alam IX.

Pada masa kepemimpinannya, Yogyakarta mengalami gempa bumi yang terjadi pada bulan Mei 2006 dengan skala 5,9 sampai dengan 6,2 Skala Richter yang menewaskan lebih dari 6000 orang dan melukai puluhan ribu orang lainnya.

Pada peringatan hari ulang tahunnya yang ke-61 di Pagelaran Keraton 7 April 2007, ia menegaskan tekadnya untuk tidak lagi menjabat setelah periode jabatannya 2003-2008 berakhir. Dalam pisowanan agung yang dihadiri sekitar 40.000 warga, ia mengaku akan mulai berkiprah di kancah nasional. Ia akan menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Pada 27 Desember 2011, ia menerima gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) dari Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Gelar tersebut karena kiprahnya dalam seni dan budaya, terutama seni pertunjukan tradisi dan kontemporer sejak 1989.


Bagaimana Pendapat dan Penilaian Anda pada Sri Sultan Hamengkubuwana X
Berikan komentar dibawah tulisan ini..

Fadjroel Rachman

Oleh: Juragan Promo · 0

Muhammad Fadjroel Rachman (lahir di Banjarmasin, 17 Januari 1964, umur 49 tahun) adalah seorang peneliti, penulis, pengamat politik dan aktivis mahasiswa tahun 1980-an. Saat ini aktif mengembangkan Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman Indonesia) atau Research Institute of Democracy and Welfare State, dan kerjasama internasional di jaringan Southeast Asian Forum for Democracy, dan Asia Pacific Youth Forum (Tokyo). Pernah aktif di Forum Demokrasi, Konfederasi Pemuda dan Mahasiswa Sosialis Indonesia (KPMSI), dan Masyarakat Sosialis Indonesia (MSI/Ketua Badan Pekerja). Kandidat (42 besar) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Sejumlah penelitian dan artikelnya dibukukan bersama seperti Social Democracy Movement in Indonesia (FES, 2001), May Revolution and Mass Media (Gramedia, 2001), dan Soetan Sjahrir: Guru Bangsa (PDP Guntur 49, 1999).

Masa Orde Baru sempat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan akibat aktivitasnya menentang pemerintahan Orde Baru semasa menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung.

Fadjroel bersama lima rekannya dipindah-pindah dari penjara satu ke penjara lainnya. Dari tahanan Bakorstanasda, ia dipindah ke penjara Kebonwaru, lalu ke Nusakambangan, dan terakhir di Sukamiskin.

Aktivisme
Fadjroel Rachman pernah kuliah di Jurusan Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Program Pascasarjana FE Universitas Indonesia Bidang Manajemen Keuangan dan Moneter, dan saat ini sedang menempuh program S3 di Program Pascasarjana FE UI (2008).

Pergaulan dengan buku-buku itu mengantarkan pergaulannya dengan sejumlah budayawan dan intelektual seperti almarhum Soebadio Sastrosumitro, Mochtar Lubis, dan Soedjatmoko. Atas usulan Soedjatmoko pula ia terlibat dalam Forum Pemuda Asia Pasifik di Tokyo sampai sekarang. Pada tahun 1987-1989, tiga tahun setelah kuliah, Fadjroel bersama-sama dengan para aktivis mahasiswa lainnya melakukan advokasi untuk petani Kacapiring dan Badega.

Masih pada masa represif Soeharto, ia ditunjuk menjadi komandan lapangan dalam aksi long march sejauh 60 kilometer dari Kampus ITB menuju Cicalengka. Aksi itu sempat dibubarkan oleh polisi dengan menghujani peserta aksi dengan peluru karet.

Fadjroel bersama kawan-kawannya juga beraksi menolak kedatangan Rudini yang saat itu menjabat sebagai menteri dalam negeri. Buntutnya Fadjroel bersama lima rekan lainnya ditangkap. Mereka mendekam di ruang tahanan Bakorstranasda selama satu tahun sebelum akhirnya dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Ia terlibat Gerakan Lima Agustus ITB (1989) yang menuntut penurunan Soeharto dan menjadi tahanan politik berpindah-pindah 6 penjara termasuk Sukamiskin dan Nusakambangan.

Di balik empat penjara yang dijalaninya, Fadjroel menulis puisi. Puisi-puisi yang dituliskan di balik terali penjara itu kemudian diterbitkan dalam kumpulan puisi Catatan Bawah Tanah. Mochtar Lubis berminat menerbitkan puisi-puisi yang tercantum dalam pledoinya, kecuali dua puisi yang dianggap terlalu keras pada waktu itu.

Gerakan Mahasiswa 1998

Ia memilih meniti karier sebagai asisten manajer di Grup Bukaka, tetapi hanya bertahan selama tiga tahun. Ia kemudian merintis usaha sendiri bersama kawan-kawannya sembari melanjutkan aktivisme dan melanjutkan kuliahnya di pascasarjana Universitas Indonesia (UI) bidang studi ekonomi. Ia kembali terjun menjadi aktivis dengan statusnya sebagai anggota presidium Forum Wacana UI, bersama ribuan mahasiswa, kembali menuntut Soeharto turun dari kekuasaannya pada tahun 1998. Fadjroel adalah seorang sosialis.
Kegiatan lain

Di ITB, aktif dalam kegiatan sastra, pers, kebudayaan, dan kelompok studi, antara lain: Presiden Grup Apresiasi Sastra (GAS), Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyakatan (PSIK), Kodim Sabtu (Kelompok Diskusi Mahasiswa Sabtu), Badan Koordinasi Unit Aktivitas (BKUA) ITB, Komite Pembelaan Mahasiswa (KPM) ITB, Majalah Ganesha ITB (Pendiri dan Ketua Dewan Redaksi), serta Kelompok Sepuluh Bandung.

Pada tanggal 28 Oktober 2007 bertempat di Gedung Arsip Nasional, Jl. Gajah Mada, Jakarta Barat, Jakarta Fadjroel Rachman bersama dengan teman-temannya mendeklarasikan Ikrar Kaum Muda Indonesia dengan tema sentral "Saatnya Kaum Muda Memimpin."


Bagaimana Pendapat dan Penilaian Anda pada Fadjroel Rachman
Berikan komentar dibawah tulisan ini..

Rizal Mallarangeng

Oleh: Juragan Promo · 0

Andi Rizal Mallarangeng (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 29 Oktober 1964, umur 48 tahun) adalah seorang pengamat politik Indonesia. Pada bulan Juli 2008 Rizal menyatakan dirinya ikut dalam pencalonan pemilihan presiden Republik Indonesia 2009. dan akan maju kembali di pilpres 2014 nanti.

Mallarangeng menempuh pendidikan ilmu komunikasi di Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan S2 dan S3-nya dalam bidang ilmu politik di Ohio State University, Amerika Serikat tahun 1999. Selama di Amerika, Rizal pernah menjadi asisten dosen dan kemudian menjadi dosen (2000-2001) di almamaternya. Setelah pulang dari Amerika, Rizal bergabung ke CSIS menjadi staf peneliti. Pada 2001, ia mendirikan Freedom Institute dan sekaligus menjadi direktur eksekutifnya. Selain mengetuai Freedom Institute, Rizal juga menjabat sebagai staf khusus Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia.

Rizal menikah dengan Dewi Tjakrawati dan merupakan adik Andi Mallarangeng dan kakak Coel Mallarangeng.

Pada Juli tahun 2008 Rizal Mallarangeng mencalonkan diri untuk ikut dalam pemilihan presiden Republik Indonesia 2009. Rizal Mallarangeng menyatakan akan maju dalam ajang Pilpres 2009 sebagai calon dari jalur independen, namun tidak menutup kemungkinan akan melalui partai. Rizal juga menyatakan bahwa metode kampanyenya akan meniru cara berkampanye Barack Obama. Terdapat kalimat yang paling sering ducapkan olehnya adalah "If there is a will, there is a way.." 


Bagaimana Pendapat dan Penilaian Anda pada Rizal Mallarangeng
Berikan komentar dibawah tulisan ini..

Rhoma Irama

Oleh: Juragan Promo · 1

Raden Oma Irama yang populer dengan nama Rhoma Irama (lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946, umur 66 tahun) adalah musisi dangdut dari Indonesia yang berjulukan "Raja Dangdut".

Pada tahun tujuh puluhan, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Berdasarkan data penjualan kaset, dan jumlah penonton film-film yang dibintanginya, penggemar Rhoma tidak kurang dari 15 juta atau 10% penduduk Indonesia. Ini catatan sampai pertengahan 1984. "Tak ada jenis kesenian mutakhir yang memiliki lingkup sedemikian luas", tulis majalah TEMPO, 30 Juni 1984. Sementara itu, Rhoma sendiri bilang, "Saya takut publikasi. Ternyata, saya sudah terseret jauh."

Rhoma Irama terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa. Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri tapi ia juga pernah tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia. Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan. Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu.

Pada 13 Oktober 1973, Rhoma mencanangkan semboyan "Voice of Moslem" (Suara Muslim) yang bertujuan menjadi agen pembaru musik Melayu yang memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung. Menurut Achmad Albar, penyanyi rock Indonesia, "Rhoma pionir. Pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock". Tetapi jika kita amati ternyata bukan hanya rock yang dipadu oleh Rhoma Irama tetapi musik pop, India, dan orkestra juga. inilah yang menyebabkan setiap lagu Rhoma memiiki cita rasa yang berbeda.

Bagi para penyanyi dangdut lagu Rhoma mewakili semua suasana ada nuansa agama, cinta remaja, cinta kepada orang tua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lain-lain. "Mustahil mengadakan panggung dangdut tanpa menampilkan lagu Bang Rhoma, karena semua menyukai lagu Rhoma," begitu tanggapan beberapa penyanyi dangdut dalam suatu acara TV.

Rhoma juga sukses di dunia film, setidaknya secara komersial. Data PT Perfin menyebutkan, hampir semua film Rhoma selalu laku. Bahkan sebelum sebuah film selesai diproses, orang sudah membelinya. Satria Bergitar, misalnya. Film yang dibuat dengan biaya Rp 750 juta ini, ketika belum rampung sudah memperoleh pialang Rp 400 juta. Tetapi, "Rhoma tidak pernah makan dari uang film. Ia hidup dari uang kaset," kata Benny Muharam, kakak Rhoma, yang jadi produser PT Rhoma Film. Hasil film tersebut antara lain disumbangkan untuk masjid, yatim piatu, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung.

Ia juga terlibat dalam dunia politik. Di masa awal Orde Baru, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar. Rhoma Sempat tidak aktif berpolitik untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.

Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. "Ternyata belajar di luar lebih asyik dan menantang," katanya suatu saat. Ia sendiri mengatakan bahwa ia banyak menjadi rujukan penelitian ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya telah dihasilkan. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.

Pada bulan Februari 2005, dia memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut, namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Sebagai musisi, pencipta lagu, dan bintang layar lebar, Rhoma selama kariernya, seperti yang diungkapkan, telah menciptakan 685 buah lagu dan bermain di lebih 10 film.

Pada tanggal 11 Desember 2007, Rhoma merayakan ulang tahunnya yang ke 61 yang juga merupakan perayaan ultah pertama kali sejak dari orok, sekaligus pertanda peluncuran website pribadinya, rajadangdut.com.


Bagaimana Pendapat dan Penilaian Anda pada Rhoma Irama
Berikan komentar dibawah tulisan ini..

Rizal Ramli

Oleh: Juragan Promo · 0

Dr. Rizal Ramli (lahir di Padang, Sumatera Barat, 10 Desember 1954; umur 58 tahun) adalah seorang ahli ekonomi dan politisi Indonesia.

Ia pernah menjabat Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan pada Kabinet Persatuan Nasional dimasa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Pengagum Einstein ini sempat menikmati bangku kuliah di jurusan Teknik Fisika - Institut Teknologi Bandung, tetapi akhirnya mendapatkan gelar doktor ekonomi dari Boston University pada tahun 1990.

Aktivitas
Pada tahun 1978, sewaktu masih menjadi mahasiswa jurusan Teknik Fisika - ITB ia pernah dipenjara oleh rezim penguasa waktu itu karena kritik-kritiknya yang tajam terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggapnya telah melenceng dari cita-cita berbangsa dan bernegara.

Mei 2001, saat mantan dosen Program Magister Manajemen Fakultas Pasca Sarjana UI menjabat sebagai Menteri Perekonomian ini juga membuat terobosan lain dengan mendorong penghapusan cross-ownership dan cross-management antara PT Telkom dan PT Indosat. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetisi dan mendorong kedua operator telekomunikasi nasional tersebut menjadi full service operators. Lewat terobosannya tersebut, banyak pihak menilai bahwa langkah yang dilakukan Rizal adalah langkah yang tepat sehingga dapat memberikan keuntungan bagi negara.

Sekembalinya dari Amerika Serikat setelah menyelesaikan pendidikan Doktor ekonominya, Ramli bersama beberapa orang ekonom lain seperti Laksamana Sukardi mendirikan ECONIT Advisory Group. Ketika masih aktif sebagai Managing Director Econit, Dr. Rizal Ramli dan rekan-rekannya di lembaga think-tank ekonomi independen ini sering mengkritisi kebijakan ekonomi pemerintah Orde Baru. Misalnya saja kritik terhadap kebijakan Mobil Nasional, Pupuk Urea, Pertambangan Freeport, dan sebagainya. Bersama dengan beberapa orang koleganya Dr. Rizal Ramli mendirikan Komite Bangkit Indonesia (KBI) dan saat ini sekaligus menjabat sebagai ketua.

Kabulog
Saat menjadi Kabulog, ia juga berhasil membawa keuntungan bagi Bulog meski ia hanya memimpin selama 15 bulan. Rizal berhasil memberikan terobosan baru yang seketika mendongkrak nilai perekonomian Bulog hanya dalam kurun waktu enam bulan. Di bawah tangan dinginnya, ia membuat Bulog menjadi sebuah instansi yang lebih transparan dan accountable, misalnya dengan penghapusan rekening off-budget menjadi on-budget yang mengakibatkan angka surplus yang cukup tinggi bagi Bulog. Jelas saja itu merupakan suatu prestasi setelah krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1998.
 Ia juga melakukan penyederhanaan dan konsolidasi rekening-rekening Bulog yang sebelumnya berjumlah 117 rekening menjadi hanya 9 rekening saja. Selama kepemimpinan Dr. Rizal Ramli di Bulog inilah dilakukan proses restrukturisasi untuk mempersiapkan Bulog menjadi Perusahaan Umum (Perum). Kalo kita mengingat kembali hampir semua Kabulog selama menjabat pasti masuk penjara karena hampir semua terlibat kasus korupsi, karena Bulog adalah lahan basah dan mudah untuk korupsi. Sepanjang sejarah Bulog hanya 2 orang Kabulog yang tidak masuk penjara salah satunya Dr. Rizal Ramli.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Dr. Rizal Ramli diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada bulan Agustus 2000. Beberapa hari setelah diangkat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Kwik Kian Gie, Dr. Rizal Ramli lalu mencanangkan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi. Program percepatan pemulihan ekonomi tersebut meliputi:

  1. Menciptakan stabilitas di sektor finansial
  2. Meningkatkan kesejahteraan rakyat di pedesaan untuk memperkuat stabilitas sosial-politik
  3. Memacu pengembangan usaha skala mikro dan usaha kecil menengah (UKM)
  4. Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani
  5. Mengutamakan pemulihan ekonomi berlandaskan investasi daripada berlandaskan pinjaman
  6. Memacu peningkatan ekspor
  7. Menjalankan privatisasi bernilai tambah
  8. Melaksanakan desentralisasi ekonomi dengan tetap menjaga keseimbangan fiskal
  9. Mengoptimalkan pemanfaatan suberdaya alam, dan
  10. Mempercepat restrukturisasi perbankan

Dr. Rizal Ramli pernah menyelamatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari kebangkrutan tanpa menyuntik uang tapi melalui revaluasi asset, sehingga modal yang dari minus 9 Triliun Rupiah melonjak menjadi surplus 119,4 Triliun Rupiah.

Dr. Rizal Ramli pernah membuat PT. Semen Gresik menjadi satu dari tujuh BUMN yang paling menguntungkan dengan mencatat laba bersih dari 1,3 Triliun Rupiah menjadi 1,8 Triliun Rupiah pada tahun 2007.

Dr. Rizal Ramli dikenal sebagai "Sang Penerobos" karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran, kepentingan rakyat menjadi dasar keputusannya saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada era pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur.

Tokoh Nasional yang Mendunia
Sepak terjangnya di dalam negeri berhasil merebut simpati rakyat. Dari hari ke hari, popularitasnya terus menanjak. Di tengah “kekeringan” figur negarawan, kehadirannya mampu mengisi harapan rakyat yang menginginkan perubahan. Tapi, dikalangan elite ekonomi, khususnya para pelaku pasar keuangan, ia belum cukup dikenal. ialah satu bukti minimnya pemahaman mereka tentang figure ini adalah penilaian yang keliru. Sebagai Seorang Ekonom Alumni Boston University ia juga memiliki jaringan pergaulan Internasional. Ia adalah salah satu Ahli Ekonomi Indonesia yang dipercaya menjadi Penasehat Ekonomi PBB bersama Ekonom Internasional lainnya seperti peraih Nobel Ekonomi, Prof. Amartya Sen dari Harvard University, serta dua peraih Nobel lainnya, Prof. Sir James Mirrlees Alexander dari Inggris dan Dr. Rajendra K. Pachuri dari Yale University , Helen Hunt dari UNDP, Prof Francis Stewart dari Oxford University, Prof Gustave Ranis dari Yale University, Prof Patrick Guillaumont dari Prancis, Prof Nora Lustig dari Argentina, dan Prof Buarque dari Brasil. Berita dari Markas PBB New York bahwa Rizal Ramli adalah Tokoh Nasional Yang Mendunia, dia adalah figure anti pasar dan terlalu inward looking”, kata mereka. Doktor Ilmu Ekonomi dari Boston University ini hanya menyodorkan jadwalnya di Markas PBB, New York, 4-7 Juni dan di Washington DC, 11-14 Juni 2012. Mantan Menko Perekonomian dan Menkeu RI itu akan menghadiri The United Nation’s Second Advisory Panel Meeting, Pertemuan Kedua Para Staf Ahli Ekonomi PBB.

Pada The United Nation’s Second Advisory Panel Meeting bulan Juni 2012, Rizal telah membawa enam topik makalah, yakni Prospect for the Economy and Democracy in Indonesia, Post Yudhoyono Indonesia and Asian Power, Indonesia Strategic Economic & Political Outlook and Asian Powers, Indonesia’s Economic Outlook and Asian Economic Inegration, Indonesian Democracy at The Cross Road, dan Indonesian Economy and Rule of Law under SBY Administration. Seperti panel pada pertemuan pertama, pertemuan kedua juga dihadiri oleh anggota tim ahli PBB dan para pakar pilihan dari berbagai negara.

Rizal memahami dengan baik Ekonomi Global dan sama sekali tidak mungkin ia anti Ekonomi Pasar. Lebih konyol lagi jika ia dinilai anti modal asing. Posisinya sebagai Penasihat Ekonomi PBB merupakan salah satu bukti bahwa pandangan ekonominya bisa diterima masyarakat Internasional. “Kita sudah pasti mendukung ekonomi pasar, tapi ada lima hal yang tidak boleh diserahkan kepada pasar, yakni antara lain pendidikan, kesehatan, militer, keberpihakan kepada rakyat,” kata Rizal.

“Saya sejak awal menyebutkan pentingnya kita mengimplementasikan ekonomi konstitusi,” tambah mantan aktivis ITB Bandung yang pernah dipenjara di Sukamiskin karena memprotes kebijakan pemerintah Orde Baru yang merugikan rakyat. Dalam UUD sudah cukup jelas tercantum sistem ekonomi yang harus dianut Indonesia. “Tinggal kita konsisten saja mengelaborasi UUD itu dalam UU dan peraturan pelaksanaan, dari peraturan pemerintah hingga perda. Tapi, yang sekarang terjadi, kita malah melenceng ke ekonomi neoliberal,” kata Rizal. Untuk meluruskan kembali Politik dan Ekonomi Indonesia yang dinilainya sudah salah arah, Rizal sejak paruh pertama tahun 2000-an memimpin Indonesia Bangkit, sebuah think-thank yang secara periodic memberikan penilaian tentang situasi sosial-politik dan ekonomi Indonesia. Ia juga rajin mengunjungi desa-desa untuk mengajak masyarakat menggapai Indonesia yang lebih baik.

Ke depan, Indonesia memang membutuhkan Tokoh Nasional yang berwawasan Internasional. Negarawan yang konsisten memperjuangkan kepentingan Nasional, tapi mampu meyakinkan masyarakat dunia.


Bagaimana Pendapat dan Penilaian Anda pada Dr. Rizal Ramli
Berikan komentar dibawah tulisan ini..